RSS

Isu HANGAT untuk guru bersertifikat.???????????

22 Agu

Guru Besertifikasi Terancam

Laporan Wartawan Banjarmasinpost.co.id, Restudia, Nia Kurniawan, Idda Royani
TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN – Meski terkadang terlambat dibayarkan, dana atau tunjangan sertifikasi, sangat membantu guru guna meningkatkan profesionalismenya sebagai pengajar. Namun, ada guru yang menggunakan dana itu untuk keperluan lain, di luar peruntukannya.
Boleh dikatakan, dana sebesar gaji pokok itu sangat berarti bagi para guru, sehingga terkadang mereka melakukan berbagai cara untuk bisa mendapatkan tunjangan tersebut.
Saat ini, Kemendiknas bersama World Bank sedang mengevaluasi proses pengucuran dan penggunaan dana sertifikasi. Sebanyak 714 ribu guru dari daerah terpilih, dijadikan responden verifikasi. Untuk Kalsel, ada tiga daerah yang dipilih yakni, Banjarmasin, Tanahlaut dan Banjar. Dasar pemilihan daerah adalah tingkat kerawanan penyelewengan. Jika hasil verifikasi memperlihatkan banyak terjadi penyimpangan dalam proses pemberian, maka tunjangan sertifikasi bisa dicabut. Bahkan, mereka bakal diminta mengembalikan dana yang sudah diterimanya. Bagi kepala sekolah yang mengetahui penyimpangan yang dilakukan guru di bawah koordinasinya, tetapi diam saja, juga terancam sanksi.

Verifikasi itu berupa lembar kuesioner tentang jam mengajar yang menjadi syarat penerimaan dana sertifikasi. Yakni, 24 jam dalam seminggu dengan jumlah siswa 25 hingga 30 orang untuk guru program studi dan 150 siswa per minggu untuk guru bimbingan penyuluhan (BP).

Kabid Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin, Rahmi Koswaty saat dihubungi BPost, kemarin, mengungkapkan sebanyak 2.205 guru di kota seribu sungai menjadi responden kuesioner tersebut.

“Pertanyaannya tentang kinerja, pendapat, hingga penggunaan dana sertifikasi. Untuk jam mengajar juga dilakukan pemantauan langsung ke setiap sekolah. Dari TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK. Disdik hanya memfasilitasi, keputusan langsung dari Kemendiknas,” ucapnya.

Rahmi pun mengimbau, para guru tidak ‘bermain-main’ baik saat proses mendapatkan maupun menggunakannya. “Tunjangan sertifikasi itu digunakan untuk peningkatan sumber daya manusia. Banyak yang memang digunakan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Banyak rumor yang menyebut, kerap terjadi kongkalikong antara guru dan kepala sekolah untuk mendapatkan dana tersebut. Caranya, memanipulasi data, terutama jam mengajar yang tidak sesuai rasio antara jumlah guru dan kelas. Agar terpenuhi, terkadang mereka mendapat ‘jabatan dadakan’ seperti kepala perpusatakaan atau kepala laboratorium.

Sedangkan Kepala Disdik Banjarmasin, M Amin menegaskan verifikasi dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lagi sikap akal-akalan untuk mendapatkan tunjangan. “Semoga ini bisa mengubah semua guru sertifikasi untuk lebih baik lagi. Jadi bisa bermanfaat untuk semua,” ujarnya.

Dukungan juga diberikan Kadisdik Banjar, H Anang Yusri. Menurut dia, selama ini pemberian tunjangan didasarkan surat keputusan kepala sekolah. “Kami sudah sering mengingatkan agar tidak melakukan manipulasi karena pasti akan terungkap melalui verifikasi,” tegasnya.

Demikian pula Plt Kadisdik Tanahlaut, H Sihabudin Chalid. Dia mengaku terus meningkatkan pengawasan dan pembinaan terhadap guru bersertifikasi. Mereka yang menumpuk di sekolah tertentu dimutasi ke sekolah lain yang kekurangan guru. Tujuannya agar jam mengajar mereka benar-benar memenuhi syarat sertifikasi. “Juga ada yang mengajar di beberapa sekolah atau program kejar paket,” tegasnya.

Seorang guru besertifikasi 2008 di Banjarmasin, Agustianti mengaku siap siap diverifikasi. “Saya belum tahu, tapi siap saja kalau diverifikasi. Semua persyaratan, tugas dan penggunaan, sesuai ketentuan,” katanya.

Hal serupa dikatakan guru besertifikasi 2009, Masni. “Saya mengajarnya sudah lebih 24 jam. Tapi yang lain memang banyak takut karena jumlah siswanya yang sedikit,” ucapnya.

Pengamat pendidikan dari Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Sutarto Hadi menilai verifikasi tersebut sangat diperlukan untuk menjaga kualitas guru bersertifikasi. Pasalnya, menurut informasi yang diperoleh Sutarto, ada sejumlah guru yang sudah dicabut tunjangan sertifikasinya.

“Ini bisa menguak akal-akalan pemberian jabatan di sekolah untuk memenuhi jumlah jam mengajar. Alangkah baiknya, jika mereka mencari tugas mengajar di tempat lain, misalnya di sekolah swasta sehingga syarat terpenuhi sekeligus terjadi pemerataan guru berkualitas bagus,” tegasnya.

Editor: Hasiolan Eko P Gultom | Sumber: Banjarmasin Post
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 Agustus 2011 in Semua

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: